Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan (TRMIP) Politeknik LPP Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Politeknik Untuk Negeri (PUN) 2025, sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perkebunan Indonesia. Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Bersatu Dalam Keberagaman Disiplin Ilmu, Menuju Pembangunan Keberlanjutan”, dengan fokus pada aksi sosial dan pelatihan inovatif untuk peningkatan kapasitas pada sektor perkebunan kakao.
Pada tahun 2025, kegiatan PUN dipimpin oleh Muhammad Juspian, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan, yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana. Di bawah koordinasinya, tim mahasiswa dan dosen merancang serangkaian program yang memadukan pendekatan teknologi, sosial, dan keberlanjutan untuk menjawab tantangan di lapangan.
Program Politeknik Untuk Negeri 2025 diarahkan pada beberapa kegiatan utama, antara lain:
- Mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan ke dalam situasi nyata di lapangan.
- Pelatihan Teknologi Pengolahan Kakao Berkelanjutan, Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada petani dan pelaku usaha lokal mengenai teknik pascapanen kakao yang tepat, penerapan mekanisasi sederhana, serta penggunaan alat yang efisien untuk meningkatkan mutu biji kakao.
- Workshop Peningkatan Produktivitas dan Manajemen Kebun Kakao, Peserta dilatih untuk menerapkan praktik budidaya kakao yang adaptif, efisien, dan ramah lingkungan, termasuk pemangkasan, penanganan hama terpadu, dan manajemen nutrisi tanaman.
- Aksi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Melibatkan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat, seperti pembagian alat-alat pendukung kebersihan lingkungan, edukasi pemuda mengenai peluang di sektor perkebunan, serta program pendampingan kelompok tani.
- Kolaborasi Multidisiplin, Sesuai tema yang diusung, kegiatan dirancang sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa berbagai program studi untuk menghadirkan solusi holistik, mulai dari aspek sosial, teknis, hingga manajerial.

Ketua Pelaksana PUN 2025, Muhammad Juspian, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan sektor perkebunan kakao yang berkelanjutan “Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman disiplin ilmu dapat menjadi kekuatan besar untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui PUN 2025, kami berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sektor perkebunan kakao melalui edukasi, teknologi, dan aksi sosial,” ujarnya.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada bidang perkebunan, Politeknik LPP Yogyakarta konsisten melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan industri dan komunitas. Program PUN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus memberi kontribusi bagi pembangunan keberlanjutan di sektor perkebunan nasional.
